ia berlari
mengejar peri hutan
yang begitu mirip dengan gadis dalam mimpinya
peri dengan rambut keperakan
berkulit bagai pualam dengan senyum yang pasrah
ia terus mengejar
menembus duri-duri di hutan
tak tahu seberapa banyak ia terluka olehnya
tak lagi peduli
matanya nyalang
"bayangannya jangan sampai hilang!"
karena ia adalah perak, adalah bidadari yang ada dalam mimpinya
tak peduli ia takkan hidup bahagia dengan si peri
tak peduli apa yang akan peri itu lakukan padanya
"karena ia cantik!"
begitu cantik hingga membuatnya sakit jiwa
lalu ia begitu lelah dan kehabisan tenaga
ia berhenti terengah di bawah pohon
namun matanya tetap nyalang
peri itu menjemput pangerannya
pangeran berdada bidang dan bertubuh kuda
keduanya berpelukan dalam siluet bulan purnama
di hutan yang indah yang penuh dengan kupu-kupu putih
"usaha yang sia-sia bukan?"
keduanya berciuman
menghilang dalam keping-keping cahaya
22 des 08
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar