Januari 18, 2009

NATAL SERUMAH

Malam itu kami berciuman di depan televisi yang menyiarkan komedi
Rok putih dan kemeja hitam
dan pohon natal seharga 46 ribu
lalu sobekan kapas pembersih muka yang dijadikan salju pura-pura
Lalu sebuah pelukan hangat lagi
Ah, kami sedang merasa romantis!
uang kami habis dan malam ini cuma bubur ayam
"Aku mencintai kesederhanaanmu!"
Adalah senyum ketika kami melilitkan slinger ungu merah jambu
dan lonceng kecil lima ribuan
"Sayang, kita lupa beli bintangnya"
pucuk pohon ini memang kosong tapi kami tak lagi punya pilihan
Malam sudah larut dan orang ronda sebentar lagi
Adalah senyum ketika gas melaju motor untuk pulang
Menunggu Natal yang serumah.


24 des 08
merry christmas!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar