Januari 18, 2009

TAK LAGI INGAT

jika suatu saat saya mati terbunuh oleh kejahatannya
lekas lupakan saya karena saya hanyalah korban
jika suatu saat saya mati terbunuh oleh lidahnya
lekas lupakan saya karena saya tak mampu membalasnya
jika suatu saat saya mati terbunuh oleh muka duanya
lekas lupakan saya karena saya tak bisa sepertinya
jika suatu saat saya mati terbunuh karena murkanya
lekas lupakan saya karena saya hanya bisa menerima
lupakan saya setan!



12.01.09
hei, kapan kamu tobat?

ADALAH CARAMU

boleh aku menyimpanmu dalam sudut paling abu?
sebagai terang dan sebagai ibu
mungkin memang tak seharusnya begitu

tapi apa juga yang membuatku tak pernah bisa begitu dekat padamu?

ada spasi
daun mulai meranggas
musim sudah berganti dengan kegelisahan akan gamang yang tak berkesudahan
mencoba menunggu hari yang tak tahu kapan
bolehkah memelukmu sedikit saja?
aku bakal malu karena diam-diam aku menangis dikamarku
saat kau memberiku kado ulang tahun yang teramat sederhana
sepiring apel dengan secarik kertas bertuliskan doa di atasnya
sesuatu yang mungkin tak bisa kubalas melalui hitungan tahun
kalau laki-laki mungkin aku ini banci
dan mungkin kau bakal ketawa sambil mengatakan
"kenapa mesti menangis?"
tapi aku tahu kau juga menangis
lewat coretan-coretan di buku teka-teki silangmu

kita cuma berdua, ibu.
seharusnya kita sama-sama tahu
kalau kita sama-sama bersembunyi di bagian yang paling abu.

mungkin kau juga diam-diam membaca buku harianku
membaca saat aku mencium pacar keempatku
dan membenci ketiga pacarku yang keparat busuk
dan kau juga mungkin tak tahu
kalau waktu kecil aku juga mencuri baca rahasia jelek hidupmu
di buku yang kau taruh di atas lemari baju
berharap tanganku tak akan sampai kesitu
tapi aku tahu, ibu
dan dua puluh tahun tak juga membuatku sanggup membacamu

kita cuma berdua, ibu.
seharusnya kita sama-sama tahu
kalau kita sama-sama bersembunyi di bagian yang paling abu.
tapi apa juga yang membuatku tak pernah bisa begitu dekat padamu?


//airmata yang paling airmata buatmu//
22 des 08

BUKU PUISIKU

buku puisiku hilang
padahal di dalamnya ada beribu namamu
ada hari yang dilewati dengan satu dua lagu
ada hari yang dilewati dengan satu dua cerita pendek

ah, aku lupa
bagaimana nanti aku bisa menemuimu tanpa buku puisiku?
padahal aku tak sanggup berkata-kata di depanmu
cuma bisa berlindung di bawah selimutmu
takut terluka dunia luar yang kejam

ah, aku lupa
bagaimana nanti aku bisa menemuimu tanpa buku puisiku?
padahal aku tak hapal seluruh makanan kesukaanmu
tak juga bisa tahu diluar kepala seluruh hal yang kau benci dariku
bagaimana ini?

diam-diam ku mencoba meninggalkannya di bawah kasurku
berharap kau tak akan tahu
bahwa begitu banyak hal yang harus kubaca sebelum bertemu denganmu
karena aku tak juga mampu membacamu


22 des 08

o sand o

karena saya adalah jam pasir
yang terus berbalik karena bodohnya
saya tak punya waktu kapan saya bisa berlari
dari butiran-butiran memuakkan lainnya
yang hanya membuat saya merasa perih
muak saja!

22 des 08

DI SINI

adalah jam yang menghabiskan tahun-tahun yang cuma menanti
sepi dan sunyi dan bukan main-main emosi
menari adalah bagian dari dimensi
menunggu waktu untuk mati

24 des 08

PERI HUTAN

ia berlari
mengejar peri hutan
yang begitu mirip dengan gadis dalam mimpinya
peri dengan rambut keperakan
berkulit bagai pualam dengan senyum yang pasrah
ia terus mengejar
menembus duri-duri di hutan
tak tahu seberapa banyak ia terluka olehnya
tak lagi peduli
matanya nyalang

"bayangannya jangan sampai hilang!"

karena ia adalah perak, adalah bidadari yang ada dalam mimpinya
tak peduli ia takkan hidup bahagia dengan si peri
tak peduli apa yang akan peri itu lakukan padanya

"karena ia cantik!"

begitu cantik hingga membuatnya sakit jiwa
lalu ia begitu lelah dan kehabisan tenaga
ia berhenti terengah di bawah pohon
namun matanya tetap nyalang
peri itu menjemput pangerannya
pangeran berdada bidang dan bertubuh kuda
keduanya berpelukan dalam siluet bulan purnama
di hutan yang indah yang penuh dengan kupu-kupu putih
"usaha yang sia-sia bukan?"

keduanya berciuman
menghilang dalam keping-keping cahaya


22 des 08

ROMANTIS TELAH MATI

romantis telah mati, tak punya arti dan telah berganti
berkutat dengan selangkangan dan lagu murahan
cintanya sudah kabur dalam spektrum hitam dan putih
seperti asap yang akan cepat hilang dengan turunnya hujan
seperti kopi yang tertumpah diiringi jutaan cangkir yang pecah

ada langit di dalam kepala yang luasnya tak terselubung dan terisi mendung

mereka terbang jauh ke dunia kelap kelip kelabu
dan berpesta dengan ratusan kupu-kupu putih
namun pulang merangkak dalam terowongan
dan berakhir dengan membenci dirinya sendiri
dalam penantiannya yang sepi dan sakit
hanya sanggup nyanyi lantang dengan suara yang tak terdengar
begitu kecil cantik dan rapuh
dan yang tersisa adalah awal dari sebuah akhir


30 des 08